• Breaking News

    Diduga Limbah Berwarna Hitam Cemari Laut Dumai


    DUMAI - Pelabuhan kawasan Pelindo Dumai merupakan kawasan pelabuhan industri, yang mana dalam kawasan pelabuhan ini terdapat banyak berdiri perusahaan.

    Secara keseluruhan perusahaan yang berada dikawasan pelabuhan Pelindo tersebut aliran pembuangan airnya mengarah ke laut.

    Namun tentunya setiap perusahaan sebelum melakukan pembuangan air atau sejenis lainnya tentunya harus mengikuti Undang-undang Lingkungan Hidup dan Aturan Kementerian LHK serta peraturan lainnya, agar pihak perusahaan tidak membuang limbah sembarangan kelaut yang dapat merugikan masyarakat.

    Karena tidak adanya pengawasan di kawasan pesisir ini telah memunculkan masalah lingkungan yang cukup mengkhawatirkan akibat pembuangan limbah industri yang diduga sering terjadi.

    Kini persoalan laut Dumai tercemar Limbah kembali terjadi pada Jum'at (25/11/2022) di kawasan Pelabuhan Pelindo. Adanya dugaan limbah berwarna hitam mengapung di areal Dermaga yang disebut Dermaga Navigasi yang diketahui sudah terpagar Oil Boom.

    Dari informasi yang dirangkum awak media, bahwa dugaan limbah berwarna hitam tersebut berasal dari aliran Drainase, yang mana aliran Drainase tersebut ada 2 perusahaan yang diduga menggunakannya, yaitu Perusahaan PT.Naga Mas Palmoil dan PT.IBP.

    "Ada 2 perusahaan yang menggunakan drainase tersebut," sebut warga yang enggan namanya disebutkan.

    "Namun belum diketahui itu dugaan limbah berasal dari perusahaan mana. Dan dugaan limbah tersebut diduga bekas bakaran boiler" tandas warga ini.

    Terkait hal ini, awak media mencoba konfirmasi kepada Novian yang disebut sebagai Humas PT.Naga Mas Palmoil. Novian mengatakan, bahwa PT. Nagamas tidak pernah membuang limbah ke laut.

    "Silahkan cek aja pak ke lokasi dan telusuri agar informasi yang bapak dapatkan lebih akurat." pungkas Novian via WhatsAppnya.

    Awak media mencoba konfirmasi kepada Sormin dan Yunus selaku Humas PT.IBP via WhatsAppnya dari Jum'at 25 November 2002, namun hingga berita ini diterbitkan pada Senin 28 November 2022, kedua Humas ini tak menjawab.

    Terkait persoalan ini, awak media mencoba konfirmasi kepada Dameria selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dumai Jum'at 25 November 2002, apakah pihak DLH Dumai sudah mengetahui akan persoalan ini, Dameria mengatakan belum mendapat kabar terkait persoalan ini.

    Terkait persoalan ini, awak media mencoba konfirmasi kepada Syafe'i (Yopi) Humas Pelindo Dumai via WhatsAppnya, Yopi mengatakan,"silahkan hubungi humas Pelindo Multy Terminal," jawabnya, Jum'at (25/11/2022).

    Dengan adanya penyampaian Yopi, awak media mencoba konfirmasi secara langsung kekantor Pelindo kepada Kai selaku Manager Pelindo Multy Terminal (PMT).

    Kai menyampaikan, sebenarnya itu bukan kewenangan kita dibagian Multy Terminal, melainkan bagian Cabang Pelindo Dumai. Sebab yang bagian kita adalah ketika ada tumpahan minyak dari kapal yang sandar dipelabuhan. Sedangkan temuan rekan-rekan media, itu berasal dari drainase.

    Awak media mencoba mempertanyakan, dari mana asal dugaan limbah yang berwarna hitam tersebut, Kai menjawab,"Kita belum mengetahui asalnya dari mana," ucapnya.

    Kai menyampaikan, bahwa temuan awak media tersebut belum tentu limbah, bisa saja air peceran drainase yang mengalir kelaut.

    "Setelah dikroscek oleh anggota kita, bahwa dugaan limbah tersebut sudah tidak ada lagi. Namun meskipun begitu, kita akan pertanyakan kedua perusahaan yang menggunakan Drainase tersebut. Apa hasilnya nanti akan kita kabari pada Senin 28 November." tandas Kai sembari mengirimkan foto kepada awak media.

    Dari penyampaian Kai yang mengatakan bahwa dugaan limbah berwarna hitam tersebut sudah tidak ada lagi, tentunya menjadi sebuah pertanyaan oleh awak media, tentu saja dugaan limbah tersebut sudah ada lagi, sebab temuan dugaan limbah tersebut mengapung dilaut pada saat air laut pasang. Sedang dokumentasi yang diperlihatkan Kai kondisi air laut sudah surut.

    Awak media mempertanyakan, siapa yang membersihkan limbah tersebut. Kai tidak memberikan keterangan. Dan jika dugaan limbah tersebut sudah tidak ada lagi, jelas limbah tersebut keluar dari perangkap oil boom dan mengalir kelaut.

    Sesuai dengan janji Kai akan memberikan kabar pada Seni 28 November 2022, awak media kembali mengkonfirmasi kepada Kai via WhatsApp nya, Kai mengatakan, bahwa persoalan ini udah saya infokan kepada HSSE Pelindo 1 Cabang Dumai.

    "Saya sudah sampaikan, namun belum ada jawaban. Nanti akan saya kabari lagi." tandas Kai.

    Hingga berita ini diterbitkan, Kai belum memberikan informasi lebih lanjut.

    Dengan adanya temuan awak media ini, persoalan ini juga sudah disampaikan kepada Walikota Dumai H.Paisal sembari mengatakan,"Angkat saja, konfirmasi kepada DLH," sebut Walikota Dumai via WhatsAppnya Jum'at (25/11/2022).

    Warga berharap Walikota Dumai mengusut tuntas dari mana asal yang diduga limbah berwarna hitam tersebut dan diberi sanksi tegas kepada pihak perusahaan yang sudah membuang limbah kelaut.

    Agar perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Dumai tidak lagi membuang limbahnya ke laut, yang berpotensi dapat merugikan masyarakat, khususnya masyarakat nelayan.



    Pewarta: Redaksi 

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad