• Breaking News

    Diduga Setelah Konsumsi Obat Dari Puskesmas, seorang Anak Mengalami Kaku Tubuh


    DUMAI - Seorang anak berinisial S (16) mengalami kaku tubuh diduga setelah mengkonsumsi obat dari Puskesmas Kecamatan Dumai Timur, yang mana obat yang diberikan oleh pihak Puskesmas kepada (S) diduga tak sesuai dengan dirinya. Sehingga usai konsumsi obat tersebut (S) pun mengalami kaku tubuh hingga dilarikan ke IGD RSUD Dumai.

    Hal tersebut disampaikan dari salah seorang keluarga korban, R (36) kepada awak media pada Rabu (19/10/2022).

    Dijelaskannya, ketika orang tua korban, pada Selasa (18/10) dipanggil pihak dokter jaga IGD RSUD Kota Dumai, dokter mempertanyakan apakah korban mengkonsumsi sesuatu sebelumnya.

    Orang tua korban lantas menjelaskan bahwa anaknya mengalami gejala kaku tubuh usai mengkonsumsi obat dari Puskesmas di Kecamatan Dumai Timur.

    “Dokter menanyakan obat tersebut, seakan menegaskan kembali pertanyaan apakah puskesmas yang memberikan obat tersebut,” jelasnya.

    Dari ekspresi dokter bertanya tersebut, lanjutnya, seakan dokter jaga di IGD tak percaya bahwa puskesmas memberikan obat tersebut ke korban.

    “Emang ada di kasi obat itu?,” ujarnya menirukan pertanyaan salah seorang Dokter IGD RSUD Dumai kepada awak media, Rabu (19/10/2022) di halaman IGD RSUD Dumai.

    Sementara itu, ketika ditanya siapa dokter yang memberikan resep obat tersebut, pihak keluarga tak sempat menjawab karena sibuk mengurus korban yang masih mengalami kaku tubuh.

    Dari pantauan awak media di ruangan IGD RSUD Dumai, tampak (S) terlihat tubuhnya mengalami kaku tubuh dan sulit untuk berbicara.

    Dari hasil konfirmasi awak media kepada (R) yang merupakan keluarga (S) mengatakan, bahwa pihak RSUD merekomendasikan (S) untuk dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru. Mendengar perkataan dokter tersebut, (R) pun sontak kaget mendengar ucapan dokter dari RSUD Dumai.

    "Saudari saya itu mau dirujuk dokter RSUD Dumai ke Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru, sedangkan menurut kami saudari kami itu tidak ada pernah mengalami gangguan jiwa. Dan ini terjadi kami menduga setelah konsumsi obat yang diberikan pihak Puskesmas Dumai Timur," ucapnya.

    Berdasarkan informasi tersebut, hingga kini, awak media masih mendalami kebenaran informasi tersebut dan mencari informasi perimbangan.


    (Red)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad