• Breaking News

    LAMR Dumai Jadi Tuan Rumah Mubes Ke-8

    DUMAI - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau pada Rabu 20 April 2022 menggelar Musyawarah Besar yang Ke-8 di Gedung LAMR Kota Dumai Jalan Putri Tujuh. Mubes Ke-8 LAMR Provinsi Riau ini mengangkat tema "Melayu Kuat Marwah Terangkat".

    Tampak dalam acara ini turut hadir Walikota Dumai yang diwakili asisten I H. Yusrizal, S,Sos, M.Si, Anggota DPRD Kota Dumai, Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri Syahrial Abubakar, Kakanwil BPN/APR Riau H. Syahril dan Forkopimda Kota Dumai.

    Ketua DPH LAMR Datuk Seri Syahrial Abubukar dalam sambutannya mengatakan, bahwa Adat Melayu Riau 5 tahun lalu untuk masa bhakti tahun 2017 hingga 2022 juga menggelar mubes pada tanggal 17 Mei di Kota Pekanbaru.

    LAMR Riau menjunjung tinggi rasa hormat kepada pemerintah provinsi Riau termasuk Kabupaten dan Kota yang selama ini telah mendukung adat Melayu beserta tokoh-tokoh masyarakat, para kaum ulama, cendekiawan, aktivis, akademisi, yang telah memberikan dukungan kepada lembaga adat Melayu Riau sekaligus kepada masyarakat adat Melayu.

    "Jajaran LAMR Provinsi Riau mengucapkan terimakasih kepada LAMR Dumai yang telah sudi memfasilitasi tempat untuk melaksanakan Mubes yang ke-8 pada hari ini," ujar Ketua DPH LAMR Datuk Seri Syahrial Abubukar.

    Ketua DPH LAMR Datuk Seri Syahrial Abubukar juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua DPH LAMR Dumai Datuk Seri Syahrudin Husen beserta segenap jajarannya yang sudah mendukung atas terselenggaranya acara Mubes ini. 

    Sementara itu Walikota Dumai yang di wakili asisten I H. Yusrizal, S.Sos, M.Si dalam kata sambutannya mengatakan, semoga setelah usainya pelaksanaan mubes ini, nantinya peran LAMR semakin menyantak ke bumi.

    "Sebagai rumah tempat berteduh bagi begitu banyak aspek kebudayaan masyarakat tempatan yang bersimpul kait pula dengan berbagai aspek kehidupan seperti aspek ekonomi, sosial, pendidikan, dan lain-lain dapat terus ditingkatkan," ucapnya.

    Lanjutnya, ia menilai bahwa LAMR tidak bermakna menjadi lembaga kesukuan saja, namun LAMR juga memiliki arti budaya yang luas, semua suku yang berdomisili di Riau ini memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalan upaya pelestarian budaya Melayu Riau.

    "Bersama seluruh paguyuban-paguyuban lainnya berada dalam satu payung adat melayu, LAMR harus menunjukkan jati diri sebagai lembaga yang mampu menjawab dan menjernihkan seluruh persoalan-persoalan yang terjadi di tengah masyarakat," tandasnya.

     


    Pewarta : Herman

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad