• Breaking News

    Ketua DPD LSM PKPP Meranti Sebut Penyulingan Air di Dorak Ujung Dinilai Kurang Tepat


    MERANTI - Kebutuhan air bersih di Kabupaten Kepulauan Meranti khususnya di Kota Selat Panjang dari waktu ke waktu terus bertambah seiring terus meningkat jumlah penduduk yang ada di kawasan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan itu, pasokan air bersih terus diusahakan dengan berbagai cara, salah satunya melalui teknologi penyulingan air laut menjadi air tawar. Kehadiran teknologi itu, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan air bawah tanah di Kota Selatpanjang.

    Namun, letak tempat penyulingan air laut menjadi air tawar di Kota Selat Panjang di Dorak Ujung dinilai kurang tepat.

    Pasalnya, terlihat oleh awak media posisi tempat penyulingan air laut yang dibangun sejak tahun 2010 itu mempunyai tegangan listrik ± (kurang lebih) 20.000 Watt yang berada di Dorak Ujung/Pantai Dorak terletak di tengah-tengah keramaian para pengunjung, pedagang maupun nelayan yang berada disana.

    Salah satu warga yang berada di Dorak Ujung mengaku khawatir dengan tempat penyulingan yang berada disana, ia mengatakan hampir setiap sore hari ramai warga Kota Selatpanjang maupun dari luar yang datang untuk bersantai disana sambil menikmati kuliner di Dorak Ujung.

    "Hampir setiap sore disini ramai, kami masyarakat sangat khawatir hadirnya tempat penyulingan air laut menjadi air tawar disini, terkadang ada juga anak-anak yang berenang disini". Ungkap warga tersebut.

    Tak hanya itu, Jamaludin, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Pelayanan Publik (PKPP) DPD Kabupaten Kepulauan Meranti juga menjelaskan betapa bahayanya kehadiran tempat penyulingan air tersebut.

    "Tegangan listrik ± (kurang lebih) 20.000 Watt, tidak ada yang bertugas untuk menjaga disana, seharusnya tempatnya tidak di dekat keramaian". Ujar Jamaludin.

    Jamaludin juga mengatakan tak hanya kehadiran tempat penyulingan air yang membuat masyarakat khawatir, namun di Dorak Ujung juga terlihat adanya tempat bongkar muat pasir dari Tanjung Balai Karimun dan tempat perbaikan alat berat.

    "Selain dari tempat penyulingan air, disini juga terdapat bongkar muat pasir dari Tanjung Balai Karimun dan juga tempat perbaikan alat berat, tentu ini sangat mengganggu dan membuat masyarakat khawatir apalagi banyak anak-anak yang main disana". Tambah Jamaludin.

    Untuk itu, Jamaludin selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Pelayanan Publik (PKPP) DPD Kabupaten Kepulauan Meranti mewakili masyarakat khususnya pengunjung, pedagang maupun nelayan yang berada disana berharap agar Pemkab Kepulauan Meranti untuk mengambil tindakan.

    "Kami berharap agar Pemkab Kepulauan Meranti untuk mengambil tindakan, demi keselamatan masyarakat dan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan". Tutur Jamaludin.




    (TIM)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad