• Breaking News

    Pedagang Minta Diskopar Dumai Ringankan Biaya Sewa Kios Kampung Kuliner


    DUMAI - Persatuan Pedagang Bukit Gelangang menjerit dengan kebijakan yang di keluarkan oleh Pemko Dumai.

    Menurut keterangan Ketua persatuan Pedagang Kuliner yang Berada di Taman Bukit Gelanggang  pada Awak media mengatakan, bahwa mereka sudah memohon pada Kepala Dinas Pariwisata Dumai untuk dapat meringankan atau menurunkan harga Sewa Kios kuliner yang semula sebesar Enam Juta Rupiah Agar dapat terjangkau oleh pedagang.

    Melalui koordinator Pedagang Kuliner Toha juga pernah beberapa kali, walaupun harganya tidak di kurangi namun mereka juga meminta untuk dapat membayar Tiga kali dalam Setahun, namun Para Pedagang sangat Kecewa dengan ucapan dari Kepala Dinas Pariwisata, beliau mengatakan itu sudah kesepakatan Tim terkait biaya sewanya.

    "Sebanyak Empat (40) kios yang berada di taman bukit gelanggang harganya tidak sama, kami hanya tau dan di Sosialisasikan cuma Tiga puluh Kios itu saja, sementara yang Sepuluh (10) lagi kami tidak Pernah di ikut sertakan dan di Ajak bersosialisasi," cetus Toha.

    Menurutnya, mereka hanya mendengar dari Mulut ke mulut dan harganyapun Dua puluh Juta Per tahun,"Kami sebagai Pedagang di Area Bukit Gelanggang tidak Sanggup," bebernya.

    Toha merasa heran, kenapa Kios Sebanyak Tiga puluh (30) unit yang seharga Enam(6) Juta itu, hanya Dua puluh Tujuh (27) saja yang di peruntukan ke pedagang, sementara sisa Tiga (3) Unit lagi akan di berikan ke Pemda, tentunya menjadi tanda tanya.

    Saat ini jumlah Pedagang yang aktif di Kawasan Kampung Kuliner Taman Bukit Gelanggang Sebanyak Tiga puluh Lima (35) Orang, kalau di cermati, Kios yang ada saja masih kurang, kalau hanya sebatas Dua puluh Tujuh saja yang di berikan ke pedagang, lalu mau di kemanakan sisanya," gumam Toha.

    Satu lagi polemik buat para Pedagang, masalah Lampu Kios yang di berikan pada pihak ke Tiga itu sangat memberatkan, karena kalau pihak ketiga yang mengelola, mereka pedagang tidak nyaman berjualan, sebaiknya di berikan token (kilo meter) tersendiri, jadi bisa menghemat biaya pengeluaran.

    Toha menegaskan, bahwa kami bukan Pedagang UMKM tetapi hanya Pedagang Kaki Lima, apa lagi dalam situasi dan  Kondisi saat ini, untuk membayar uang sewa Kios itu, kami harus meminjam uang. Sementara permohonan kami untuk mencicil sewa kios tidak diterima.

    Beda dengan Sepuluh Kios yang memang sudah lama Berdiri, saat ini Sepuluh (10) Kios sudah ada yang mengisi, artinya mereka mampu untuk membayar Sewa Dua puluh juta pertahun itu, dan sepertinya mereka Pedagang bukan dari Pedagang yang ada di Bukit Gelanggang, karena Pedagang Kuliner yang sudah hampir Sepuluh Tahun berjualan di sana tidak mampu dengan Harga Sewa Kios itu.

    Sebelum Berita ini di terbitkan, awak Media mendatangi Kantor Pariwisata Kota Dumai untuk  mengkonfirmasi terkait persoalan ini, namun jawaban pegawai Diskopar, bahwa kadis tidak berada dikantor.


    Pewarta:Herman

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad