• Breaking News

    Puluhan Warga Minta Yurni Ketua RW 18 Tuah Karya di Copot

    PEKANBARU - Semestinya fungsi seorang Ketua Rukun Warga (RW) memberikan pelayanan terbaik ditengah-tengah warganya,  dalam rangka meningkatkan, ketentraman dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Tetapi berdedah, Ketua RW 18 Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru, dinilai gagal mengemban amanah, puluhan warga mendatangani surat mosi tidak percaya yang di tunjuk kepada Kelurahan.

    Hal itu terungkap, berdasarkan informasi atau salinan surat mosi tidak percaya kepada Ketua RW 18 yang di peroleh Redaksi Media ini. Dimana, sebanyak 79 orang perwakilan warga lingkungan RW 18 menandatangani surat yang yang ditunjuk kepada Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru. 

    Terkait peristiwa surat mosi tidak percaya dari warga  RW 18, Kelurahan Tuah Karya, Edy Azwar, membenarkan telah diterima sejak hari Jumat kemarin atau pada 26 November 2021. Dan di akuinya telah melakukan pemanggilan terhadap Ketua RW 18, Hj. Yurni.

    "Kami telah melakukan pemanggilan kepada Ketua RW 18, Hj. Yurni, terkait adanya surat mosi tidak percaya dari warga. Besok, kami akan konfirmasi lagi kepada warga, karna masih belum kami adakan pertemukan antara warga dan RW," kata Edy, kepada media ini melalui telepon selulernya, Rabu (01/12).

    Tujuan mempertemukan Warga dan RW, kata Edy Azwar, kita ingin pertanyakan kepada warga apa benar alasan membuat surat ini, apakah betul sesuai isi suratnya, terang Lurah Tuah Karya.

    Terpisah, salah satu perwakilan warga yang berhasil dikonfirmasi pewarta ini yang tidak ingin namanya dipublish, membenarkan  adanya mosi tidak percaya yang telah disampaikan kepada Kelurahan Tuah Karya atas ketidak becusnya kinerja Ketua RW 18. Ia, menjelaskan warga sudah terlalu banyak yang  mengeluh selama atas kepimpinan Ketua RW 18, Hj. Yurni.

    "Dikarenakan, sudah banyak keluhan warga. Dia,  (Yurni_red) sering mengganggu warga, bahkan tanah warga pun di klaim miliknya, seperti yang diklaimnya dengan ukuran 150x250, sementara tanah yang diklaim itu adalah kepunyaan warga itu sendiri, sedangkan surat-suratnya ada seperti surat sertifikat," kata sumber sambil memberikan foto bukti tanah warga yang diduga di klaim, Hj. Yurni (Ketua RW 18).

    Menurutnya, seharusnya sebagai tokoh masyarakat melindungi warganya, tapi ini malah sebaliknya.  Bahkan setahu saya Ketua RW 18 itu membuat plank-plank atas nama dia ditanah warga.

    "Setahu Saya lagi, dari pengurus Masjid Al-Ikhlas Ketua RW 18 itu pernah juga mengambil dana Mesjid sampai saat ini belum dikembalikan. Tetapi yang herannya lagi, warga kebanyakan takut sama Ketua RW 18, Hj. Yurni, dikarenakan setelah surat mosi tidak percaya itu disampaikan warga kepada Kelurahan. Ia, Yurni mengjapri melalui WatsApp pribadi masing-masing nama-nama warga yang tertera di dalam surat mosi tidak percaya itu, sepertinya adanya dugaan mengacam warga. Sampai-sampai Sekretarisnya mengatakan, awas kalian yang menandatangi akan berurusan sama Polisi," pungkasnya.

    Lebih jauh dijelaskannya, selain dari 79 orang perwakilan warga RW 18 menyampaikan surat mosi tidak percaya, masih berjalan ke warga lain untuk mendatangani surat mosi tidak percaya. Karna dia sudah tidak layak lagi sebagai Ketua RW 18, dan lagian dia sudah berjalan tiga periode. 

    "Harapan kami dari Pemerintah segera Ketua RW18, Hj. Yurni  itu diganti atau dicopot dari jabatanya, dan dapat digantikan dengan orang-orang yang bisa memberikanan pelayanan terbaik kepada warganya," tutup sumber yang mengaku berdomisilis di RT 01.

    Dihari yang sama, pengurus Mesjid Al-Iklas saat dikonfirmasi membenarkan, adanya dugaan Ketua RW 18, Hj. Yurni mengambil dana Masjid yang hingga sampai sampai sekarang ini belum dikembalikan, sebagaimana di salah satu dari 5 point yang dituangkan dalam surat mosi tidak percaya yang ditunjuk kepada Kelurahan Tuah Karya, oleh warga. 

    "Benar, dulu sekitar 10 Tahun yang lalu Ketua RW 18 pernah mengambil dana Mesjid Al-Iklas sekitar anggaran 30 Juta. Memang sampai sekarang dana itu belum dikembalikan. Jadi mosi tidak percaya yang disampaikan warga itu memang benar adanya dana mesjid itu hingga saat ini belum bisa dipertanggungjawabkan," kata Afrizon Efendi selaku Ketua Mesjid Al-Ikhlas, kepada media, Rabu (01/12). 

    Sedangkan Ketua RW 18, Hj. Yurni   membantah atas tudingan warganya. Menurutnya,  itu tidak benar, mosi tidak percaya yang disampaikan kepada Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tuah Madani.

    "Itu tidak benar. Adinda... .. .Biasa namanya ..kita ..Selaku tokoh..banyak  salah di buatpun kebaikan.....kita tetap salah. Kalau memang ingin tahu kebenaranya datanglah lah ke lingkungan Rw 18 tanyakan langsung kepada Rt (ada 7 Rt) dan masyaraknya. ," balas Hj. Yurni (Ketua RW 18) melalui pesan elektorniknya (WatsApp) saat hendak media ini konfirmasi.



    (Red)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad