• Breaking News

    Petai Indonesia Diminati Warga Negara Asia Tenggara


    DUMAI -  Meski memiliki bau yang khas dan menyengat, petai mengandung 90-150 kalori. Selain itu, petai juga diketahui mengandung beberapa nutrisi, seperti : Karbohidrat, serat, Lemak, Mineral; Kalsium, Mangan, Kalium, Zat Besi, Fosfor, Zinc, Magnesium, dan Tembaga.

    Beberapa jenis vitamin; termasuk vitamin C, vitamin B1, dan vitamin E. Selain nutrisi tersebut, petai juga kaya akan antioksidan, seperti polifenol, Tanin, dan Superoxide Dismutase (SOD).

    Di beberapa negara, sayuran dengan nama latin Parkia Speciosa ini juga digunakan sebagai obat herbal tradisional karena diyakini bisa mengatasi berbagai penyakit.

    Petai dapat tumbuh di dataran rendah maupun pegunungan. Lahan yang baik adalah yang ber-pH antara 5,5 – 6,5. Sementara kadar rata-rata pH tanah Dumai 4,5.

    Tidak hanya di Indonesia, petai juga umum ditemukan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina. 

    Bulan lalu, salah satu media online sempat menaikkan berita dengan judul "Mantap, Petai Dumai Tembus Pasar Ekspor Malaysia" Rabu (22/08/2021), sehingga menimbulkan persepsi pembaca seolah-olah petai (Parkia Speciosa) yang di ekspor ke Malaysia adalah produk Dumai.

    Saat para Awak mengkonfirmasi tentang ekspor Petai asal Dumai,dijawab Sekretaris Disdag Komman Silalahi "Ada ekpor, tapi petainya dari sumbar dan Jawa, tapi kegiatan ekspor melalui pelabuhan Dumai".

    Beberapa awak media melakukan konfirmasi pada Salah satu Pengawas eksportir Edyven, dengan gamblang bercerita seluk beluk bisnis ekspor salah satu makanan kegemaran masyarakat Asia Tenggara tersebut.

    "Petai kita 90% dari luar Dumai,  10% nya dari petani lokal ucap Edyven saat berbincang dengan para Awak media.

    Karena komoditas petai yang di ekspor masuk Grade A (Premium), CV Pemuda Tiga sangat berhati-hati dalam menyortir bahan.

    "Para pekerja telah di latih dan selalu diawasi. Kami pastikan semua berjalan sesuai permintaan kata Edyven lagi.

    Diterangkan, tanaman bernama latin Parkia Speciosa ini di pesan dari Jawa menggunakan Alat transportasi Pesawat Udara tujuan Pekan baru, kemudian di langsir menggunakan mobil Travel ke Kota Dumai

    Setibanya di Dumai, langsung dilakukan penyortiran oleh tenaga ahli yang telah di persiapkan.

    Yang tidak lolos kontrol akan masuk Tipe Grade B, Dan  yang lolos dari penyortiran langsung di masukkan dalam plastik ukuran kecil,setelah Permintaan expor mencukupi, Perusahaan kemudian memberangkatkan melalui Kapal Laut yang sandar di Pelabuhan Dumai.

    Ditambahkan Edy, Petai merupakan tanaman musiman. Setahun hanya sekali panen. Musim panen berkisar September hingga Maret.

    "Ada juga Petai yang di datangkan dari Sumatera Utara, Sumbar, Jambi, Lampung dan Sumatera Selatan. Jelasnya, petai asal Indonesia sangat digandrungi masyarakat Malaysia," tutup EdyVen.


    Pewarta : Herman

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728