• Breaking News

    Geliat Pengrajin Tikar Pandan di Tanjung Medang Rupat Utara


    RUPAT UTARA, BENGKALIS - Saat awak Media mendatangi kediaman Ibu Nuriyah, Ia tengah membuat tikar pandan di rumahnya Rt 002 Rw 001Desa Teluk Rhu.

    Dari tangan terampil Ibu Nuriyah, daun berduri itu disulap menjadi tikar halus yang siap dipasarkan.  Nuriyah sudah puluhan tahun menjalani pekerjaan itu. Ia mendapat keterampilan secara turun temurun.

    Orang tuanya adalah nelayan sekaligus pandai membuat tikar Dari Pandana, saya juga mendapatkan keterampilan itu dari orang tua.

    Ibu Nuriyah tak tahu sejak kapan dan siapa yang mengawali tradisi menganyam pandan di daerahnya.

    "Ini sudah ada sejak zaman nenek moyang, " katanya

    Nyatanya tradisi itu masih bertahan sampai sekarang. Ini menunjukkan kebutuhan tikar tradisional itu tidak lekang oleh zaman. Usaha rumah tangga itu cukup membantu pemenuhan kebutuhan apa lagi di saat pandemi seperti ini.

    Pekerjaan menganyam tikar Memang sudah Saya geluti, dari muda hingga Saat ini Ucap ibu Nuriyah sambilan mengasuh Cucu lelakinya.

    Dalam Dua hari, ia bisa menyelesaikan satu tikar yang dijual seharga sekitar Rp Seratus tiga puluh ribu(130.000) per lembar, Meski tak seberapa Namun dapat membantu kebutuhan sehari hari Ucap Ibu Nuriyah.

    Ia bukan satu-satunya pengrajin di desa Teluk Rhu ini banyak Ibu ibu yang juga pandai menganyam tikar dari daun pandan Ucap Ibu Nuriah lagi.


    Pewarta:Herman

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad