• Breaking News

    Diduga Salah Satu Pelabuhan Dijadikan Bongkar Muat Minyak CPO illegal

     

    DIMAI - Sudah bukan rahasia umum lagi jika di beberapa titik lokasi penampungan CPO di Kota Dumai di sisi darat Jalan Perwira Dumai Selatan diduga milik S (PHN) hingga sisi pesisir Jalan Teduh Pkl Sesai di duga milik STJK menjadi tempat dugaan perdagangan gelap penampungan Illegal CPO.

    Di Jalan Perwira dengan dalih mampir sebentar, namun pemindahan CPO dari tanki pengangkut CPO perusahaan ke bak penampungan yang sengaja di sediakan penampung tiap tanki di kuras hingga 20 liter hingga 50 liter.

    Sementara untuk sisi laut para penampung mengunakan pompong yang di modif tanki penampungan hingga sukses menilap berton-ton CPO dari Tanker CPO di tengah laut.

    Warga di sekitar Jalan Teduh Pangkalan Sesai menyebutkan diduga usaha penampungan CPO tersebut telah lama berlangsung silih berganti dan terbaru milik STJK berembel badan usaha.

    Fakta lainnya, di sekitar lokasi usaha terdapat enam sampai puluhan kapal pompong pengangkut CPO yang di duga tidak memiliki nomor lambung kapal berada di Pelabuhan inisial H.N yang dulunya adalah Pelabuhan importir.

    Ketika awak media mengkonfirmasi Via telpon ke nomor hp milik STJK +6281374492XXX tentang lokasi usaha nya pada sekitar pukul 10:26 wib Jumat 22 Oktober 2021, namun telpon awak media langsung di rejek.

    Salah satu LSM yang ada di Kota Dumai menyebutkan sebagai warga negara yang baik, salah satunya peka terhadap kondisi lingkungan, dan ikut berpartisipasi menjaga lingkungan yang bersih, tertip dan kondusif.

    "Jika ada hal hal yang diduga melakukan aktivitas yang dapat  merusak lingkungan, kenyamanan masyarakat, dan ketertiban umum, maka sebagai warga negara boleh memberi masukan kepada pemerintah setempat, dan instansi terkait. Baik melalui lisan maupun surat, agar dapat ditindaklanjuti," Ucap Bambang H, Humas pecinta kebersihan lingkungan hidup(PKLHD)Kota Dumai.

    Hampir dalam dua pekan ini lokasi penampungan CPO yang di sebutkan di  atas justru tidak beroperasi. Padahal jika usaha penampungan CPO tersebut memang resmi,mustahil tidak  beroperasi. Santer terdengar kehadiran Kapolda Riau saat mengunjungi Kota Dumai  dan Program kerja Kapolri serta Kapolres Dumai membuat dugaan para mafia CPO menghentikan aktifitasnya.



    Pewarta: Herman

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad