• Breaking News

    Pekerja Workshop DLH Dumai Tanpa Sefti

     

    DUMAI - Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan proyek infrastruktur perlu diperkuat. Hal ini guna meminimalisasir kasus kecelakaan kerja yang terjadi. Seringnya penyebab maraknya kasus kecelakaan kerja konstruksi akhir-akhir ini lantaran lemahnya pengawasan di lapangan.

    Hal itu tidak terlepas dari sikap pekerja konstruksi sendiri yang acapkali menganggap remeh Standar Operasional Prosedur (SOP).

    Hampir semua kecelakaan kerja itu terjadi karena kelalaian, entah itu karena pengawasan tidak dilakukan dengan baik atau mungkin tidak mengikuti prosedur karena sudah menganggap remeh atau menganggap biasa.

    Akibatnya, ada kecenderungan mereka malas untuk menerapkan SOP tersebut. Padahal, SOP dibuat untuk dilaksanakan dan diterapkan saat bekerja.

    Seperti pembongkaran Workshop Dinas Lingkungan Hidup Dumai, yang mana pantauan Wartawan eranewss.com di lokasi pembongkaran, pada Rabu (322/9/2021) tampak pekerja yang melakukan pembongkaran tidak mengikuti standar SOP yang sudah menjadi ketentuan dari Pemerintah, mereka bekerja tanpa menggunakan alat pelindung diri. Padahal pekerjaan ini sangat membahayakan buruh tersebut.

    Ketika dilihat oleh media ini bahwa pekerjaan yang tengah dilakukan tersebut cukup rumit, seperti memanjat ke atas bangunan Workshop Yang mencapai Lima ( 5 ) meter. Ironisnya buruh yang bekerja tak terlihat menggunakan Sefti pengaman sama sekali.

    Terkait hal ini, keterangan Rahmat yang diketahui sebagai Pengawas Proyek Pembongkaran Workshop tersebut mengatakan,"Kami sudah biasa melakukan pekerjaan seperti ini, bukan kali ini saja. Saya tidak tau kalau peraturan di sini, pekerja harus memakai alat pelindung diri," ucapnya dengan santai.

    Lanjut Rahmat,"Kami akan berusaha sebaik mungkin, berkemungkinan besok akan kami persiapkan." tandas Rahmat Sembari mengajak para Wartawan minum kopi.



    Pewarta : Herman

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728