• Breaking News

    Tak Bayar THR, SPN Pekanbaru Akan Laporkan PT.Global Jasa Express ke Disnaker Riau

     

    PEKANBARU - Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional Kota Pekanbaru, Roy Martin Marpaung bersama Wakil ketua SPN kota Pekanbaru, Ronal Hutagalung, Ketua Bidang Advokasi, Syafri Sirait, SH, dan puluhan pekerja mendatangi PT. Global Jasa Express pada Sabtu (08/05/2021) guna menuntut hak  puluhan pekerja perusahaan ini perihal THR Idul Fitri 1442 Hijriah.

    Roy Martin menyayangkan sikap dari PT.Global Jasa Express (GJE) tidak kooperatif dan tidak transparan terhadap Hak pekerja dan malah menutup gerbang perusahaan.

    ”Kita kecewa, gerbang perusahan ditutup hanya ada security, perusahaan tidak mengindahkan dan tidak koperatif terhadap Hak karyawannya,“ cetus Roy Martin kepada media wartaoke.net.

    Disaat itu, Ketua Bidang Advokasi SPN Kota Pekanbaru Syafri Sirait menyampaikan, bahwa kedatangan mereka terkait Hak ratusan karyawan PT.Global Jasa Express (GJE) yaitu Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan Perusahaan tidak transparan.

    "Kita menganggap bahwa PT. GJE diduga telah melanggar Surat Edaran dari Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/IV/2021 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan," cetus Syafri. 

    ”Kedatangan SPN bersama para karyawannya hendak menanyakan sistem pembayaran THR pekerja. Karena, dari informasi pekerja, bahwa mereka belum menerima THR, cuma ada uang masuk ke rekening mereka. itupun bervariasi, ada yang 300 ribu, 500 ribu dan 1 juta. mereka tidak tahu uang itu uang apa, apakah THR atau uang apa ?.Kan perlu dipertanyakan," gumamnya.

    Syafri juga mengatakan, bahwa DPC SPN Pekanbaru akan selalu memperjuangkan Hak pekerja, dan akan tetap berjuang demi kesejahteraan pekerja. Apalagi, rata – rata pekerja di PT. GJE tersebut tergabung di SPN.

    ”Kewajiban dari para pekerja sudah dilakukan sesuai peraturan, akan tetapi hak mereka tidak diberikan oleh Perusahaan PT.Global Jasa Express ini. Kan sudah melanggar Peraturan UU Ciptakerja dan surat edaran dari Menaker Republik Indonesia. Apalagi, niat baik kita tidak ditanggapi pihak perusahaan. Dimana, kita tidak dikasih masuk dan gerbang ditutup," ucap Syafri lagi. 

    Dengan begini, lanjut Syafri, DPC SPN Pekanbaru akan melaporkan PT. Global Jasa Express ke Dinas ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi Riau. Sebab, perusahaan tidak kooperatif dan tidak melaksanakan kewajiban mereka, dengan membayar Tunjangan Hari Raya (THR) terhadap para pekerja yang menjadi hak setiap tahunnya sebelum hari raya Idul Fitri.

    Disisi lain, Reno pekerja di PT. Global Jasa Express sejak tahun 2013 mengatakan, bahwa kedatangan mereka ingin menanyakan Hak mereka perihal Tunjangan Hari Raya (THR).

    ”Kita ingin menanyakan THR kepada perusahaan, ada ke rekening kami pribadi masuk uang, akan tetapi kami tidak tahu itu uang apa. Apakah THR atau uang apa..??. Karena, selama ini kalau setiap hari raya, THR tidak pernah di transfer jadi kami ingin menanyakan kepada Perusahan. Akan tetapi, tadi gerbang ditutup dan kami tidak diperbolehkan masuk kedalam “. ungkap Reno.

    Lanjutnya,"Kami hanya ingin meminta Hak kepada perusahaan. Apalagi ini mau lebaran Idul fitri, jadi kami meminta kepada Perusahaan, supaya menjelaskan dan membayarkan THR kami, sesuai kewajiban kami kepada perusahaan. Apalagi, sekarang ini jaman covid 19. yang dimana, kehidupan susah dan ekonomi menurun. Tentu membuat kami selaku pekerja memperjuangkan Hak kami di Perusahaan ini." tegasnya.

    Sementara itu, Direktur Perusahaan PT Global Jasa Express, Afriyanto, saat dikirim pesan via whatsapp untuk konfirmasi tidak menjawab wartawan media ini sampai berita ini tayang.




     Editor : Budi

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728