• Breaking News

    Tak Peduli Ramadhan, Diduga Gelper Di Kecamatan Bukit Kapur Tetap Eksis

    DUMAI - Berbagai upaya dilakukan pemerintah dan aparat keamanan untuk memberantas perjudian dalam bentuk apapun. Terutama, saat bulan Ramadhan, sangat wajar setiap orang sadar dan patuh pada regulasi yang ada, sekaligus untuk menghormati warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.

    Namun, hal ini seperti tidak berlaku bagi para pelaku perjudian di Kecamatan Bukit Kapur. Justru saat warga lainnya sedang khusuk beribadah, para pemain yang lazim disebut '303' inipun tetap beraksi dengan beringas.

    Pantauan media dilapangan, judi berkedok permainan game anak-anak atau sering disebut Gelanggang Permainan (Gelper) saat ini tetap beroperasi alias eksis di salah satu sudut Kota Dumai, tepatnya, di jalan Rambutan, Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kecamatan Bukit Kapur.

    Meski tampak sederhana, namun, diduga setiap hari tempat ini bisa meraup untung jutaan rupiah dari permainan judi ini. Warga sekitar meyebut, kendaraan lalu-lalang setiap hari tanpa basa-basi. Bahkan, katanya, tempat ini beroperasi hingga tengah malam.

    "Kami duga ada 'orang kuat' dibelakang para penjudi ini bang. Pasalnya, hanya tempat ini yang buka, yang lain kayaknya gak berani selama Ramadhan," kata Heru, warga setempat kepada awak media, Sabtu (17/04/2021). 

    Ia bahkan menyebut, warga tidak mau usil dengan aktivitas di tempat itu, namun, setidaknya saat bulan Ramadhan warga berharap pengelola menghentikan kegiatannya.

    Dia juga meminta aparat segera menindak pengelola (bandar.red) sebab, katanya sudah sangat meresahkan, apalagi para orangtua harus ekstra mengawasi anak-anaknya, sebab khawatir mereka akan terpengaruh.

    Elli seorang ibu rumah tangga menegaskan, agar metutup saja tempat itu, "Kan jelas-jelas sudah mengganggu, apalagi diduga tanpa ijin," kata Elli, situasi saat ini serba sulit, semua dibatasi pemerintah akibat pandemi.   

    "Tolonglah kami Bapak-bapak aparat negara yang terhormat, tertibkan tempat itu, jangan rusak mental generasi bangsa ini," ujarnya lirih.

    Ia bahkan menghimbau, terutama kepada ibu-ibu yang ada di sekitar tempat itu agar bertindak, "kalau memang aparat tidak mau, ayo ibu-ibu kita bergerak untuk menutup tempat itu," ajak Elli dengan nada kesal.


    (Tim)



     

    1 komentar:

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728