• Breaking News

    Jangan Kambing Hitamkan Wartawan, Terkait Tim Medis dan Perawat RSUD Dumai Mogok

    Evanda Putra 
    Bendahara FORGAN

    DUMAI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai pada Selasa (20/04/3021) mendadak terhenti sejenak dalam hal pelayanan.

    Pasalnya seluruh tenaga dari Komite Medis dan Komite Keperawatan di RSUD ini melakukan aksi mogok tidak melayani masyarakat (pasien) yang hendak berobat di RSUD ini. Sehingga membuat masyarakat yang hendak berobat terpaksa menunggu pelayanan dibuka kembali. 

    Aksi mogok Komite Medis dan Komite Keperawatan ini terjadi dikarenakan merasa tidak mendapat Perlindungan Keamanan dalam pelaksanaan Keamanan Kesehatan di RSUD Dumai. Kemudian para tenaga medis ini menyayangkan buruknya komunikasi pihak Management dalam penyelesaian masalah di RSUD.

    Tenguh Widodo selaku staf RSUD Dumai menjabat sebagai kehumasan mengatakan kepada Media, bahwa para tenaga medis merasa tertekan dalam melaksanakan tugas dari keluarga pasien saat bertobat.

    Tekanan itu mereka dapatkan dari keluarga pasien yang mengaku dari LSM dan oknum Wartawan. Alhasil asumsi sejumlah Wartawan Dumai menganggap, bahwa persoalan mogoknya tenaga perawat dan medis berasal dari LSM dan Wartawan.

    Sebagaimana sebelumnya berita yang diterbitkan awak media, bahwa Dirut RSUD Dumai drg. Ridhonaldi mengatakan, itu merupakan ucapan dari teman-teman komite medis.

    "Humas RSUD mengutip tuntutan dokter-dokter," singkat Ridho via Whatsappnya, Selasa (20/02/2021).

    Disisi lain, dr. Indrawan selaku bagian dari Komite Medis saat dikonfirmasi mengatakan, bukan itu masalah sebenarnya. Direktur melakukan tindakan semena-mena terhadap perawat dan dokter. 

    "Sebagai pimpinan seharusnya beliau bertanggung jawab penuh terhadap keamanan dan kinerja orang-orang yang dipimpinnya. Namun beliau malah membenturkan kami tenaga medis dan keperawatan dengan masyarakat," cetus dr. Indrawan via Whatsappnya.

    dr. Indrawan juga menjelaskan, dalam bangsal perawatan ada aturan yang menunggu hanya boleh 1 orang keluarga atau orang yang bertanggung jawab terhadap pasien. Namun ada kejadian, dimana kebetulan saat itu adalah mengaku LSM bisa masuk dan menjadi ramai dan heboh. Kami meminta tanggung jawab direktur sebagai pimpinan untuk kinerja sekurity yang tidak dapat memberikan rasa aman kepada kami.

    "Kinerja pihak keamanan RSUD yang kami permasalahkan," tulisnya. 

    Lanjut dr. Indrawan menjelaskan, bahwa cara penyelesaian masalah ini yang memuat kami kecewa terhadap pimpinan kami. Yaitu dengan mengumpulkan perawat, dokter yang terlibat saat itu, dan muncul kata-kata akan memotong gaji atau tunjangan untuk masalah itu,.walaupun akhirnya tidak jadi. Tanpa ada klarifikasi masalah dulu.

    "Kami sudah menghadap pak walikota dan Plt Kadinkes untuk minta solusi dari masalah ini, namun tidak ada solusi yang diberikan, lalu kepada siapa lagi kami harus mengadu. Ini merupakan pilihan terakhir kami yang terpaksa kami ambil karena merasa diabaikan oleh pimpinan dan pemerintahan." ungkap dr. Indrawan.

    Disamping itu, dr. Syaiful selaku Plt Kepala Dinas Kesehatan Dumai saat dikonfirmasi media eranewss.com mengaku kaget dengan adanya ucapan Humas RSUD tersebut, yang mana faktor penyebab aksi mogok tenaga perawat dan medis adanya tekanan dari LSM dan Wartawan. 

    "Saya terkejut membaca berita itu, adanya ucapan Humas RSUD tersebut. Semestinya tidak layak menyampaikan hal seperti itu, jika ada persoalan internal ya selesaikan secara internal jangan melebar kemana-mana." tandas Plt Kadinkes ini via selulernya.

    Terkait hal ini, Mhd. Budianto Plt Ketua Forum Gabungan Wartawan (FORGAN) Dumai melalui Bendaharanya Evanda Putra memprotes atas penyampaian Ketua Komite Medis dr. Indrawan tersebut. 

    Protes ini dilontarkan Evan, bahwa sudah menjadi kewajiban pihak RSUD dalam hal pelayanan.

    "Nah dikarenakan Tim medis dan Perawat yang selalu menghadapi masyarakat, tentunya mereka yang harus siap dalam pelayanan. Jangan menyalahkan Pimpinan," cetus Evan. 

    Kemudian, mereka bukan saja menyalahkan Dirut RSUD, akan tetapi LSM dan Wartawan pun menjadi sasaran tempat kesalahan. Dengan mengatakan bahwa ada tekanan LSM dan Wartawan yang merupakan keluarga pasien. 

    "Ini maksudnya apa...? siapa oknum LSM dan Wartawannya harus jelas. Jangan untuk mencapai kepentingan mereka, lalu mereka menyalahkan semua orang," beber Evan.

    Menurut Bendahara FORGAN ini, ia menduga bahwa aksi mogok tersebut bukan persoalan ketidaknyamanan mereka, melainkan ada unsur politis disebalik ini terkait jabatan Dirut RSUD. 

    Evan menegaskan, jika Tim Medis dan Perawat di RSUD tersebut keberatan dalam melaksanakan pelayanannya kepada masyarakat, sebaiknya mengundurkan diri saja.

    "Kita minta kepada Walikota-Wakil Walikota Dumai untuk mengganti yang mana Tim Medis dan Perawat yang merasa keberatan dalam menjalankan tugas. Jangan sampai nantinya hal ini terulang kembali, mereka yang membuat ulah, masyarakat teraniaya untuk berobat." tegas Evanda Putra.

    Atas ucapan Evan ini, awak media mengkonfirmasi kepada dr. Indrawan, dengan pertanyaan terkait aksi mogok tersebut ada unsur sakit hati atau ada unsur politik atas jabatan Dirut RSUD. 

    "Itu Tidak benar pak. Saya tahunya dikarenakan yang kemaren saya ceritakan, dan hari ini kita sudah buka pelayanan." singkat dr.Indrawan via Whatsappnya, Rabu (21/04/2021).

    Sementara itu, Dirut RSUD Dumai drg.Ridhonaldi saat dikonfirmasi terkait aksi mogok Tim Medis dan Perawat ada unsur sakit hati atau ada unsur politik atas jabatan Dirut RSUD. 

    Hingga berita ini diluncurkan, sang Dirut RSUD belum menjawab.





    (Tim)

     

    1 komentar:

    1. menurut sy yg berame rame nunggu pasien itu yg musti di tindak dan di sidik, siapa mwreka ini bikin gaduh. Wajar perawat takut, satpam rs pun tak berkutik sama merwka ini...premanisme era global😂

      BalasHapus

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728