• Breaking News

    Kinerja Insan Pers Menantang Maut Dan Bui

    Peran Pers sangatlah penting bagi Negara terutama bagi publik, yang mana peran pers lah yang dapat memberikan informasi kepada publik.

    Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers adalah pelaksanaan kemerdekaan pers yang merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis.

    Sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapat sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 harus dijamin. 

    Pers dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratis, kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan hak memperoleh informasi, merupakan hak asasi manusia yang sangat hakiki, yang diperlukan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Pers nasional menurut UU 40 tahun 1999 tentang Pers adalah wahana komunikasi massa, penyebar informasi, dan pembentuk opini harus dapat melaksanakan asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya dengan sebaik-baiknya berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional, sehingga harus mendapat jaminan dan perlindungan hukum, serta bebas dari campur tangan dan paksaan dari manapun. Pers nasional juga memiliki peran menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial

    Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers disahkan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie pada tanggal 23 September 1999 di Jakarta. UU 40 tahun 1999 tentang Pers diundangkan Menteri Sekretaris Negara Muladi pada tanggal 23 September 1999 di Jakarta.

    Pada zaman puluhan tahun lalu, publik hanya dapat membaca berita karya tulis dengan membaca Koran, Tabloid dan Majalah.


    Namun seiring perkembangan zaman, publik disuguhkan informasi berita melalui media online yang dapat di akses melalui internet, yang disebar via Sosmed, FB, IG dan lainnya.  

    Dan kini pula, insan pers harus berlomba dengan masyarakat pengguna Gadged (Handphohe Android) pengguna Sosmed. Sebab masyarakat saat ini terkadang lebih dahulu menyebar informasi baik insiden kecelakaan, tidak beresnya suatu proyek dan lain-lain. Sehingga terkadang informasi sosmed yang selalu menjadi referensi insan pers melakukan suatu peliputan.


    Kini, insan pers juga tak jarang meringkuk kedalam Bui bahkan nyawapun melayang akibat pemberitaan dan dibenturkan dengan UU ITE, yang mana karya liputan/tulisannya yang mengandung pencemaran nama baik seseorang maupun golongan suatu kelompok. Yang diterbitkan melalui media online. Sebab kini kebanyakan Pengusaha Media beralih ke Media Online. 


    "Ya begitulah nasib dan tantang insan pers,"

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728